Monday, December 14, 2015

To My Lovely Brother



       Malam ini aku menulis ditemani dengan hujan yang sangat sangat awet.. Dari siang hingga malam, aku menunggu hujan untuk berhenti turun, tapi tampaknya hujan memang sedang memuaskan hasratnya untuk membasahi tanah, apalah yang bisa kita lakukan.

Yah hujan mengeluh, panas mengeluh.

Itulah manusia, atau lebih tepatnya AKU): Malam ini aku sangat sedih.. Yah sedih... kapan aku pernah memosting hal yang membahagiakan dalam hidupku, mungkin ada, tapi lebih banyak yang menyesakkan.

Tapi, bukan karena kehidupanku tidak membahagiakan, mungkin karena aku lebih terinspirasi untuk menulis lebih banyak jika aku sedang berada dalam keadaaan gloomy-gloomy. Seperti saat ini, di malam nan sepi, di kos. CIk tia sudah balik padang, dan ci brenda juga sepertinya sudah balik magelang, yang tersisa hanya cik lisa dan cik nia.

Tapi apa yang dapat kulakukan, aku dan mereka tidak seintim itu, jadilah aku hanya merenung di kamar. Memegang hape dan membukan akun instragamku seraya membaluti tubuhku dengan selimut tebal pemberian mama. Hari ini aku berencana ketempat Vian (Kakak kedua), atau lebih tepatnya mengunjungi kosann yang entah dimana. Adik acam apa aku ini, yang tidak tahu kosan kakak sendiri. Aku merasa hina, lebih hina dari yang lainnya. Yah :') Tapi apa daya, rencaya yang sudah dibuat, setelah mengantar surat2 ECD (English Competition Days) ke sekolah-sekolah, siangnya rencana mengunjungi vian, tetapi hujan sangat deras, dan tampak lebih deras dari sebelumnya. Hingga larut, hujan tak berhenti.. Siang tadi Vian sempat bbm, tetapi balasannya tak kunjung datang hingga saat ini.. Ternyata hanya centang saja, dan hape nya mungkin sudah low... Pikiran negatif kemudian menyelimuti pikiran aku... Aku tidak dapat menahan air mata membasahi pipiku, aku tidak dapat menahan rasa sesak di dada. God Please hold our hands.

Ya. sempat terlintas di pikiranku bahwa Vian akan pergi.. Kenapa aku begitu jahat, hingga memikirkan hal seperti itu.... Tapi ini adalah refleksi dari perkataan Vian sebelumnya, dia berkata bahwa dia tidak ingin hidup lagi, karena dia tidak berguna dan tidak ada tujuan, hidup terasa hampa.

Hey. Kita sama! Aku hanya ingin bilang seperti itu, bukan hanya kamu yang merasakan hal itu, mungkin semua orang pernah merasakan hal tersebut juga. Bahkan aku pernah meragukan kasih Tuhan, mungkin sampai saat ini, karena memikirkan keadaanmu, aku sempat meragukan Dia. Jahatkan aku? Yap! Tapi kumohon tetaolah bertahan. Aku berharap pada Tuhan, jangan sampai kamu kemana-mana. Tidak peduli berapa kalipun kamu mengacuhkan ku, aku tetap akan menerima kamu sebagai kakak aku apa adanya. Jika kamu lapar, katakanlah, aku akan datang membelikan makanan yang setidaknya dapat mengeyangkan perutmu. Jika ingin cerita, panggil lah aku, kedatanganku akan lebih cepat dari orang lain. Jika kamu malas membereskan kamar, katakanlah, aku akan berusaha semampuku untuk membanntu.

Tapi kumohon, jadilah lebih baik. Aku akan terus, dan tanpa henti mendoakan kamu. Aku yakin air mata ini takkan terbuang sia-sia. Aku tau seberapa besar perjuangan yang telah kamu lewati bersama dengan aku. Dari kita masih kecil, main bareng di kali, main hujan, tangkap ikan di rawa, potong tebu di pinggir jalan, naik kapal doban solo ke Ambon, naik bus ke Kupang, kamu muntah - muntah di bis, kita sekolah di ambon, dan akhirnya kembali ke jakarta, dan aku harus berpisah dengan kamu dan niko, aku pergi ke pontianak, dan kalian di jakarta, lalu aku ke medan kalian bersama inangtua, dan akhirnya kita bersama tinggal di sunter dan smp di makassar, hingga akhirnya kamu harus operasi karena kecelakaan dan harus pakai tongkat selama setahun. Aku tahu seberapa sabar dirimu, seberap kuat dirimu, ingatlah Mama di Surga menginginkan yang terbaik buat kita. Jangan pernah menyerah. Kamu pasti bisa dan aku yakin kamu bisa!

Jadi lanjutkanlah kuliahmu hingga melewati batas kemampuanmu bertahan. Ingat, selalu ada tanga Tuhan Yesus yang akan menopangmu. Aku berharap kamu membaca ini. Tapi rasanya tidak mungkin.. Yah aku tidak berharap banyak, aku hanya ingin bertemu dengan kamu secepatnya. Aku harap besok kita bisa bertemu. Aku senang kamu masih bisa bertahan sampai sekarang, aku tetap bangga sama kamu, apapun keputusan kamu, jangan pernah menyesali itu. Aku akan tetap mendukungmu dan membantumu. Jangan sungkan untuk meminta bantuanku atau meminta pertolongan Tuhan. Aku siap membawakan delivery food everyday, pray for you, cleaning you bedroom, and help you to solve ur problem. Yeah!! Jbu brow!


di Surabaya, waktu liburan di tahun 2012, nginap di hotel FAVE

kalau gak salah tahun 2010, waktu rambut dipotong

ini di tahun 2003 waktu mama meniggal dan kita ketemuan lagi setlah terpisah, niko vian datang ke medan, dan aku sangat senang bisa bertemu dengan mereka. saat itu aku tidak benar-benar mengerti betapa sedihnya ditinggal seorang ibu. Aku juga berusaha dan sok tegar lebih tepatnya.. wkwk
dirumah oma, bersama niko tahun 2014
tahun 2014, waktu mama papa antar aku sekolah di salatiga, kita poto studio bersama mama peno dan sekeluarga baru.
bersama niko tahun 2012





bersama Opa di rumah Solo, so happy. Miss you so badly Opaaaa :'(




Miss you so badly guyss!!

No comments:

Post a Comment

thnks for dropping! just ask anything :) !