Ketika kamu tahu bahwa apa yang kamu yakini selama ini membuat kamu tampak semakin bodoh dan tidak berharga di matanya. Mengapa kamu tetap bertahan melakukan hal tersebut?
Aku tidak ingin melarang kamu.
Siapakah aku ini?
Hanya seorang, yang kamu anggap sebagai teman belaka.
Ya, aku bersyukur.
Setidaknya, aku tidak perlu menangisi hal yang bodoh untuk kesekian kalinya.
Aku sadar - se-sadarnya, bahwa aku yang mulai terlebih dahulu.
Itu adalah keputusan yang sangat bodoh, dan fatal.
Rasa bersalah yang tidak akan pernah hilang.
Aku tidak ingin mengulangi hal tersebut.
Dengan kamu, atau dengan yang lain nya.
Walau dalam lubuk hati yang paling dalam.
Harapan aku tetap sama, bersama dengan kamu, se-sakit apapun itu. Bodoh bukan ?
Ya, aku kira kita sama - sama bodoh.
Aku mengharapkan kehadiranmu. Kamu mengharapkan dia. Dan dia mengharapkan yang lain.
Terus lah seperti ini. Setidaknya aku tidak ingin kamu larut dalam hal bodoh lagi.
Semoga kamu Bahagia. Itulah harapan aku.
Current situation:
Aku di salatiga dan kamu berada jauh disana, selama dua tahun terakhir aku masih saja memikirkan hal - hal yang pernah kita lalui bersama. Walau untuk mu hal biasa, tapi tidak untuk aku): Hampir setiap hari aku berharap, bahwa aku bisa bertemu kamu kembali. Suatu saat, mungkin saat aku telah lulus dan kembali. Apakah kamu menunggu aku? Aku harap ya, walau aku tahu kenyataan nya. Harapan kecil aku, bahwa aku bisa mendengar suara kamu. Apa daya, kamu hanya menganggap aku gangguan.Aku harap ini tidak berlangsung lama :) Aku ingin cerita ke kamu bahwa aku mulai menyukai seseorang. Aku harap ini permulaan yang tidak hanya sementara, dan akan menghapus kamu dalam pikiran aku. Setidaknya untuk beberapa bulan terakhir.
Dia seorang yang sederhana dari style-nya, bukan sosok yang luar biasa di kali pertama bertemu.
Suatu kali, aku sangat familiar dengan namanya, entah itu di lingkungan LK (Lembaga Kemahasiswaan) fakultas aku atau di KBM (Kelompok Bakat Minat), tidak aku sadari bahwa dia adalah orangnya. Dia yang pertama kali pernah meminta minum dengan percaya dirinya, padahal yang posisinya kami sama sekali tidak mengenal satu dengan yang lain. Sampai akhirnya aku mulai menyadari bahwa aku sering memperhatikan dia, dan mengagumi cara dia berbicara. HAHA
I love how the way he spokes :)
Hingga suatu ketika, di malam Sharing LK, dia salah seorang yang sharing.
It was an unexpected night, how grateful I am to know more about his stories.
Ya, di malam itu, dia cerita singkat mengenai masa kecilnya. Dan dia melemparkan sebuah pertanyaan
Question: "Apakah pemimpin dibuat atau dilahirkan?" (kalau tidak salah begitu pertanyaan nya, maaf agak pikun dan pelupa T_T)
Jawaban nya sudah pasti berbeda - berbeda, kita punya pandangan yang lain dan tentunya tidak pasti sama. Satu hal yang membuat pandangan aku berubah tentang kepemimpinan, bahwa seorang pemimpin tidak lahir begitu saja. Hal tersebut membutuhkan proses yang begitu panjang, Once we quite We may lose. Tapi, saat kita setia and surrendering all to God. Disitu kita tentu dapat melewati segala sesuatunya, karena Tuhan beserta kita. Dan lahir seorang pemimpin yang rendah hati.
Haha, ini semakin kemana - mana ceritanya. Pokok nya, seperti itulah, aku sangat bersyukur bisa tahu tentang Dia, walaupun dia telah memiliki "seseorang". It's okay. EH, bukan nya aku berharap yang tidak - tidak mengenai hubungannya saja. Tapi aku hanya sekedar menyukai dan kagum dengan dia. Aku rasa banyak juga yang senang dengan dia, salah satunya yaitu aku. Hem.
Ya, itu dulu untuk hari ini, Walau post-post aku selalu tentang hal yang itu dan itu saja, but thanks for keep reading my stories. I love you.
Night! (btw sudah jam 10:11 malam di salatiga)
thnks.

No comments:
Post a Comment
thnks for dropping! just ask anything :) !