Wednesday, December 5, 2012

[Movie] April Bride / Yomei Ikkagetsu no Hanayome (Japan Movie Review)




Satu lagi film yang mengangkat cerita tentang perjuangan seseorang menghadapi ganasnya penyakit
yang harus dideritanya, sehingga dia harus berjutang melewati hari-harinya.. Mungkin film dengan basic cerita seperti ini sudah banyak kita temua.. Aku juga sudah bosan dengan cerita-cerita seperti ini, karena pastinya kita sudah tahu, bahwa akhir dari cerita ini adalah, sang pemain utama (si penderita) akan meninggal karena penyakit yang dideritanya.. 

Tapi dalam Film Jepang yang satu ini, suatu yang berbeda di suguhkan dalamnya, beberapa part dimana diangkat dalam kehidupan yang lebih nyata, yang membuat aku tertarik untuk menonton film ini, dan yang perlu diketahui, ternyata setelah aku membaca beberapa review di google.. ternyata film ini memang benar di angkat dari kisah nyata chie nagashima dan suaminya taro akasu. film ini menceritakan kisah chie yang mengalami kangker payudara. Melihat ketegaran taro menunggu chie dalam perjuangannya menghadapi kanker ganas itu patut diapresiasi kan.. Maka jadilah kisah tersebut dibuat dalam film, yang nama pemainnya juga ga di ganti loh.. Jalan ceritanya diceritakan dari awal pertemuan chie dan taro sampai akhir perpisahan mereka, jadi jangan heran, kalo jalan cerita pertemuan mereka terasa sangat cepat sampai jenjang hubungan mereka yang serius itu..

Berawal dari pertemuan chie dan taro yang tidak disengaja, awalnya taro itu lagi nunggu wanita yang akan persentasi produk perusahaannya yang dia tau pake baju merah eh ternyata ia salah orang wanita itu chie. di bus mereka bertemu lagi dan akhirnya pacaran deh. pas kencan pertama chie lagi bengong di depan toko perhiasan melihat sebuah cincin saat ditanya taro dia bilang tidak ada apa2. akhirnya mereka tinggal dalam satu atap yang sma.. 

Menjalani hubungan yang serius, taro mengungkapkan keseriusan hubungannya dengan chie jadi taro ingin bertemu keluarganya. akhirnya mereka pergi juga menemui ayah chie. Ayah chie yang awalnya terkesan acuh tak acuh, ternyata memang memiliki sifat seperti itu, awalnya tidak ada pembicaraan yang serius, hingga akhirnya mereka mengobrol tentang ibu chie yang juga meninggal karena kangker.

Hari demi hari mereka lewati dalam kehangatan bersama.. sampi akhirnya chie diketahui sakit oleh taro.. Saat chie dan taro pulang kerumah dipagi hari, sebelum berangkat kerja taro menemukan rambut chie yang rontok, taro yang penasaran akan keadaan chie akhirnya mendesak chie untuk berkata yang sejujurnya, akhirnya chie jujur kalo dia terserang kangker payudara jadi chie meminta agar mereka putus saja. taro yang saat itu sudah sangat sayang kepada chie ga mau kalau hubungan mereka berakhir begitu saja.. Tetapi chie tetap bersikeras dan pergi meninggalkan taro tanpa mengatakan sepatah kata apapun..

Chie pun menjalankan operasi pengangkatan payudaranya ditemani ayah dan bibinya. setelah operasi berakhir chie menangis karena ia sudah tidak memiliki dada lagi. taro berusaha mencari chie hingga ahirnya berhasil membujuk ayah chie dan menemukan chie disebuah pulau yang pernah diceritakan taro. chie tetap tak ingin kembali, tapi taro memaksa bahwa dia akan menerima chie apa adanya hingga akirnya chie menunjukkan dadanya yang rata plus bekas operasinya tapi aro tetap teguh pendirian dia tetap mencintai chie. akhirnya mereka balikan lagi.. dan hidup bersama bahagia..


Tapi suuatu ketika ternyata kanker chie kembali lagi, dan ia harus dirawat d RS. taro pun selalu setia menemani chie di RS. namun keluarga taro marah akan hubungan mereka tapi taro tetap inginkan chie. hingga suatu ketika dokter menyatakan umur chie tidak akan lebih dari 1 bulan. dan keluarga memutuskan untuk tidak memberitahukan chie. mengetahui dirinya sakit begitu parah chie menghubungi tv untuk meliput dirinya agar tidak ada wanita lain yang mengalami hal seperti dia, chie berfikir kalo kankernya bisa diketahui sejak dini mungkin tidak akan separah ini.

Kondisi chie pun semakin parah teman dan krabat datang menjenguk bergantian. hingga akhirnya taro memutuskan untuk membuat pesta pernikahan mereka yang diadakan di bulan April. akhirnya mereka pun menikah dan tak disangka2 keluarga taro yang tadinya menentang hubungan mereka, datang dan merestui pernikahan mereka. pernikahan pun berjalan dengan bahagia.. 

Di endingnya, pastinya kalian sudah tahu, yah akhirnya chie tetap meninggal.. detik-detik meninggalnya chie terjadi setelah malam pertama, saat itu chie merasa sangat bahagia, dia terus melihat taro yang ketiduran di RS bersamanya chie pun tersenyum dan tidur. di pagi hari keesokan harinya chie semakin parah sakitnya da akhirnya sore jam 4 chie meninggal dunia. taro dan keluarga teman chie pun menangis. melihat endingnya, bikin aku mewek ga brenti-brenti loh.. Walaupun sudah tahu endingnya bakal seperti ini, tapi tetep aja.. huaa.. 

tapi perjuangannya chie ga pernah sia-sia kan, karena akhirnya kisah chie pun diangkat ke film layar lebar.. patut diancungi jempol bagi kedua pasangan ini.. masih di akhir ceritanya, setelah beberapa waktu berlalu setelah kematian chie reporter tv menyerahkan video yang berisi pesan terakhir chie untuk taro… sedih tingkat kabupaten liat taro yang ditinggal sama chieee.. bayangin deh kalo kalian yang ngalamin hal seperti itu.. pokoknya aku ikutan hayut dalam kesedihan yang dirasakan taroo.. jadi mewek dah.. haha..


Well, seprti yang aku katakan sebelumnya, mungkin kalian akan bosan kalo nonton film dengan cerita yang lagi-lagi seperti ini, tapi kalau nonton yang satu ini kalian ga bakal kecewa kalo liat akhir nya, ataupun bagian-bagian dari ceritnya yang bisa membuat kalian tersenyum, merasakan kebahagian chie saat bersama taroo.. film yang sangat menginspirasi aku untuk tidak menyianyiakan waktu-waktu untuk hal yang tidak berguna.. recommended..

that's al.. thankksss

sumber: wikipedia.com

No comments:

Post a Comment

thnks for dropping! just ask anything :) !