Sunday, May 15, 2016

Hanya sebuah cerita (Masa lalu dan Masa Kini)

Minggu yang cerah.
Aku memulai hari ini dengan wajah yang penuh hasrat kebahagiaan. Aku senang bisa menikmati indahnya kota Makassar di pagi hari. "Entah kapan aku bisa ke tempat ini lagi", pikirku.
Aku merekam setiap spot jalan yang aku lewati bersama papa aku yang ganteng (hmm) named Pak Bagus. Aku bahagia sekaligus sedih, karena segera akan meninggalkan kota yang penuh dengan banyak kenangan ini.

Jadi awalanya seperti ini,
Tepat kira-kira sekitar 3 bulanan lalu, mama aku menelfon dan memberitahu bahwa kantornya menawarkan untuk mutasi di Solo, lantas mama aku senang dan itu menjadi pertimbangan yang sangat besar. Pasalny, karena ketiga anaknya, yaitu aku, dan kedua kakak aku kuliah di Kota Kecil yang disebut salatiga, kota ini tidak jauh dari Solo, hanya perlu menempuh waktu sekitar 2 jam degan menggunakan Bis antar kota. Selain itu, karena ibu dari mama, yaitu oma dan opa juga tinggal di Solo, kedua hal ini yang membuat atau mendorong mama juga ingin pindah ke Solo.

Tetapi, di makassar baik mama dan papa sudah memiliki komunitas, baik itu di kantor maupun di persekutuan Gereja. Rasanya akan sulit bagi semuanya, apalagi karena mama dan juga papa memiliki peranana penting. Tetapi tangan dan karya Tuhan selalu ajaib dan tepat pada waktunya.

Sekarang mama sudah kerja di Solo, dan tidak kerasa sudah sebulan lamanya, kini hanya tinggal papa dan aku yang baru liburan semester ini pulang ke makassar setelah hampir 2 tahun lamanya meninggalkan kota ini. Dan sekarang, atau tepatnya lusa, aku akan benar - benar pergi meninggalkan kota ini. Aku benar - benar sedih..

Entah kenapa....

Saat memikirkan bahwa aku tidak akan kembali ke tempat ini lagi, seperti ada lubang yang terbuka di hatiku, aku sangat sedih dan tidak bisa menahan tangisku yang jatuh selama beberapa hari terakhir ini.

Aku takut, aku takut dengan tempat baru.. Aku takut akan masalah baru... Aku takut tidak bisa senyaman ini di tempat baru aku nanti...

Padahal aku sudah terbiasa berpindah pindah, dan sekarang sudah waktunya aku pindah lagi, tapi mengapa sangat sulit..

Aku sadari bahwa aku sulit meninggalkan setiap kenangan yang terbentuk beberapa tahun silam saat aku masih di bangku SMA, setiap pikiran dan perbuatan taboo, setiap kemarahan, emosi, kesedihan, pelajaran baru, pegalaman, teman yang gila, teman yang menjijikan, teman yang alay, cerewet, kota kuliner, orang yang ramah, becak, mall ratu indah, sma katolik... Aku sadar aku harus meninggalkan semua kenangan disini. Aku tidak bisa membawa kenangan ini sampai beberapa tahun ke depan, karena aku tahu, aku tidak akan pernah maju jika aku melakukan hal tersebut..

Aku memutuskan untuk menutup semua lembaran itu di tempat ini dan melupakan semua yang pernah terjadi, aku harap kesanggupan ku akan terus berlanjut hingga aku memasuki dunia kerja.

Sekarang sudah 20 tahun aku hidup di dunia ini, kekawatiran dan ketakutan tidak bisa selalu meyelimuti kehidupan aku. Keputusan yang sudah aku ambil, tidak boleh aku bang begitu saja. Waktu akan selalu berputar and life must go on. Aku tidak bisa hanya stuck di tempat ini. Aku harus berlari..



current situation:
Aku sedang menggarap sebuah tugas, semester yang baru sudah tiba, saatnya aku lebih serius mengerjakan segala sesuatunya dan tetap bersyukur. YOSH!

Aku harap perasaan bersalah ini akan hilang secepatnya, semua kenaifan dan semua pikiran buruk lenyap.

Visi: Menjadi seorang hamba yang takut akan Dia
Misi: Mengajar dan menuntun teman - teman yang sudah di titipkan di CG Youth 15


Oh ya, yang mau aku ingat adalah bahwa tanpa aku sadari Tuhan telah sangat berkarya secara luar biasanya di hidup aku, karena semua alasan di bawah ini:

1. Dia mati bagiku, untuk menebus dosaku
Hal yang sering aku lupakan bahwa aku memiliki Bapa di surga yang luar biasa hebatnya. Tetapi aku sering kali melupakannya, dan hanya mengandalkan diri aku sendiri, sehingga aku semakin dalam terjebak dalam kubangan dosa yang membuatNya sedih. Tetapi saat kita menyadari dan meresponi panggilan Tuhan, pastinya selalu ada sukacita yang baru. 

2. Dia memberi aku orangtua dan keluarga yang luar biasa
Meskipun mama cony telah tiada, bahkan dia menggantikan nya dengan mama Fitri yang sangat sangat baik dan sabar. Sejak aku lulus SD, dan duduk di bangku SMP merupakan kali pertama kembali Tuhan menempatkan aku di keluarga yang utuh, tetapi disitu aku tumbuh menjadi anak yang pembangkang karena trauma masa kecil aku, tetapi saat ini aku sadari bahwa Tuhan Yesus telah menyembuhkan luka masa kecil aku.

3. Setiap pelajaran kehidupan di setiap tempat yang berbeda - beda.
 Aku lahir dan besar hingga tamat di taman kanak- kanak di Sorong, Papua Barat, aku tinggal bersama kedua orangtua yang selalu bertengkar, bahkan hampir setiap hari. Aku tidak tahu, mungkin masalah ekonomi menjadi akar permasalahannya. Papa yang masih muslim, dan masih suka minum-minum, mama yang keras kepala dan hanya bisa merokok dan meratapi nasibnya. Aku tidak pernah mengerti apa yang mereka lakukan. Sehingga pada suatu hari mama mengajak aku dan ketiga kakak aku pergi meninggalkan papa. Dari situ aku selalu hidup berpindah - pindah. Kira - kira kota Indonesia yang pernah aku kunjungi yaitu, Medan, Jakarta, Bandung, Pontianak, Atambua, Balige, Makassar, Salatiga, Jogja, Malang, Kupang, dsb.

4. Aku di tempatkan di tempatkan di tempat yang luar biasa.
aku selalu di tempatkan di tempa yang luar biasa dari SMP dan SMA aku bisa lebih mengenal Tuhan, walaupun aku seringkali jatuh kedalam kubangan dosa, tapi hal tersebut tidak menutup niat aku untuk bertemu dengan Tuhan Yesus, dan sekarang aku di Salatiga, aku bertumbuh di sebuah gereja namanya GMS (Gerejea Mawar Sharon) disini aku banyak bertemu dengan anak - anka muda yang sudah senior bahkan junior (saat ini) dan aku di titipkan sebuah CG, yang aku tidak pernah sangka karena aku berpikir bahwa aku tidak akan sanggup memimpin sebuah kelompok sel, tetapi Tuhan memampukan aku hingga saat ini. AKu juga bisa berkuliah di Satya Wacana bukanlah sebuah kebetulan, aku bisa mengenal banyak orang dari berbagai daerah, belajar menjadi seorang yang lebih disiplin dari begitu banyak kepanitiaan yang berisi berbagai jenis manusia. wkwk.. Aku bersyukur :)

Itu dulu tulisan aku kali ini, aku bersyukur. Sekarang harus siap - siap melanjtukan Tugas yang slowly but sure want me to die, omg! Then go to Heroes. See you.^^v



 

No comments:

Post a Comment

thnks for dropping! just ask anything :) !