Berlari dari kenyataan dan masalah yang ada.
Aku hanya ingin menghindari semuanya, karena yang aku sadari.
Aku tidak cukup mampu untuk menghadapi waktu yang begitu mengerikan.
Akankah aku bertahan?
Jika iya, kenapa sampai saat ini aku tidak menemukan titik temu.
Makanya kuputuskan untuk meninggalkan yang lama.
Aku tidak yakin, jika aku bisa memulainya dengan baik.
Setidaknya setiap pelarian ada harapan di depan.
Benar bukan?
Aku harap ada pelangi di depan.
Setelah semuanya. Aku harap bisa kembali pulang.
Dalam peluk mama di surga.
Sempat terlintas kejadian masa lalu......
Saat itu, seorang anak umur sekitaran 6 tahunan, hanya bisa merintih kesakitan.
Dia tidak yakin, apakah itu hanya sakit kaki biasa, atau sakit yang ditimbulkan oleh kerinduan yang luar biasa terhdapa ibunya. Setiap sakit kakinya, terlintas ibunya dipikiran. Selama berjam - jam ia hanya bisa menangis sendirian, di dalam kamar yang begitu luas dan gelap. Yap. Kamar yang sangatlah luas untuk ditiduri seorang anak yang masih bertubuh mungil, dengan lampu yang redup, dan pintu yang sedikit terbuka, untuk memungkinkan cahaya dapat masuk ke kamarnya (agar tidak ada hantu yang menggangu) pikirnya saat itu.
Saat itu, seperti sebuah mimpi, ibu nya datang menjemputnya, hanya sukacita yang dirasakannya. Tapi sesuatu yang luar biasa terjadi dan merubah semua kehabagiaannya.
Hanya sebuah penyesalan yang tersisa.

No comments:
Post a Comment
thnks for dropping! just ask anything :) !